
Gara2 punya anak cantik ini, saya jadi hapal tokoh2 anak2. mulai dari winnie the pooh and friends, thomas dkk, noddy, micky and friends, barney, dibo, pocoyo, sampe tokoh lokal jabrik dkk. trus yg saya heran jg tara hapal loh semua tokoh2 itu yg kadang2 saya jg lupa. Padahal eh padahal qta jg jarang bgt nonton semua film2 itu. paling yg langganan ditonton cuman jalan sesama yg ada jabriknya, karena tara blm mau bobo kalo blm liat jabrik, momon, tantan dan putri. canggih bener dah anak gua.
Nah ini salah satu tokoh favorit tara, dia nyebutnya "a-puh". si apuh ini suka diajak ngobrol, diajak salim, diciumin sebelum bobo, diajak nonton tipi bareng. kalo liat boneka apuh di mall dia heboh...apuh apuh apuh. Tara oh tara, lucu bagt sih kamu nak...
(begini nih kalo nulis lagi males2an...jd ngatung!!!)
Thursday, April 23, 2009
Tara & A-puh
Diposkan oleh -d- di 11:13 PM 1 komentar
Thursday, April 02, 2009
The EmberS

Kangen...
Kapan ya Qta ketemu lagi...
Kapan ya Qta ngerumpi lagi..
Kapan ya Qta curhatan lagi...
Kapan ya Qta shopping bareng lagi...
Kapan ya aku langsing seperti itu lagi... hiks hiks hiks...
Diposkan oleh -d- di 11:24 PM 0 komentar
Thursday, February 26, 2009
The Mighty Jungle

Gara2 tara tidurnya malem, saya jd ngikud nonton acara tipinya tara sampe malem. sebenernya Tara ga nonton tipi sih, dia paling cuma suka lagu dan musiknya. kalo ceritanya kyknya dia blm ngeh. jd kalo lagunya abis, perhatiannya ud ga ke tipi lagi. nah ada satu film di playhouse disney yg diputernya jam 1/2 11 mlm yg lumayan bikin saya suka ketawa kalo nonton, judulnya THE MIGHTY JUNGLE, lucu bgt.
Film ini nyeritain ttg kehidupan di hutan, *ya eyalah dihutan judulnya ada ada junglenya* ada tiga sahabat, Bruce si Gorila, Babu ga jelas binatang apa dan Rhonda si Badak. Yg bikin lucu tuh karena jln ceritanya ada narasinya. Yg jd naratornya anak2 preschool gitu yg masih pada cadel. Kadang2 bruce, babbu dan rhonda suka protes kalo narasinya ga sesuai dengan keinginan mereka. misalnya si narator bilang begini :
"Mereka kejatuhan buah kelapa"
Si Babu terutama yg suka protes...
"Kejatuhan buah kelapa? dimana ada pohon kelapa?"
eh tau2nya ada kelapa jatoh nimpa kepala mereka. beruntuh si bruce yg suka pake helm, jd ga benjol.
Pokonya keinginan binatang2 itu selalu kalah sama cerita yg dibikin anak2 kecil tadi. Lucuuu bgt deh, kalo tukul aja mah lewaaaat....
Diposkan oleh -d- di 11:56 PM 3 komentar
Tuesday, February 17, 2009
Kangen...
Kangen juga sama abang ipar saya yang satu ini (hihihi emang cuma satu2nya sih). Saya lumayan deket sama dia. malah lebih deket ke saya dibanding ke suami saya. Beliau nih enak kalo diajak curhat dan seru aja kalo diajak jalan bareng. Dan gara2 itu dia juga jadi deket sama temen2 saya.
Diposkan oleh -d- di 7:59 AM 1 komentar
Saturday, February 14, 2009
Saturday, January 24, 2009
Tara & Alif
Tara tuh punya temen, namanya Alif. Mereka lahirnya cuma beda sehari. jd gede bareng lah. Makan jg suka bareng. gw kan kalo bikin nasi tim suka kebanyakan, jadi bisa makan bareng2.
Trus, kalo lagi
maen berdua lucu bgt, pake bahasa planet yg ga jelas. gw suka geli sendiri ngeliatnya.
Diposkan oleh -d- di 1:01 AM 1 komentar
Friday, January 09, 2009
Friday, January 02, 2009
My Best Papa

Saya ga pernah menyangka suami saya tercinta bisa menjadi papa terbaik di dunia. bahkan ketika kesabaran saya hampir habis dalam mengurus anak, dia bisa lebih telaten, lebih sabar, lebih wise...
Diposkan oleh -d- di 10:41 PM 0 komentar
Monday, December 22, 2008
Saturday, December 20, 2008
Kelakuan Si kucing Garong
Ini kucing garong beneran, bukan kucing garong jadi2an.
Di rumah orang tua saya ada empat ekor kucing kampung yang telah kami pelihara sejak kecil. Mereka adalah Emak, Timi, Cuplis dan Garong alias Gerry. Sejak kecil mereka kami beri makan olahan pabrik yang harganya lumayan mahal. Dalam sebulan kami bisa mengeluarkan uang lebih dari 200rb hanya untuk perawatan kucing2 kampung itu.
Semakin hari mereka semakin tumbuh besar, sebagaimana layaknya kucing2 kampung lainnya mereka pup dan pip disembarang tempat. Hampir setiap pagi mama saya teriak2 karena bau kotoran mereka yang menyebar hampir diseluruh penjuru rumah.Akhirnya dengan berat hati kami sepakat untuk membuang kucing2 tersebut. Diantara semua anggota keluarga mereka sangat lulut dengan adik saya. Adik saya lah yang paling menentang pembungan kucin2 ini dia bilang ”coba mama pikir, ibaratnya anak dari kecil mama urusin, mama kasih makan, trus udah gede mau dibuang, apa mama teaga???” mama saya luluh, tapi dengan kesepakatan bahwa adik saya lah yang akan membersihkan kotoran kucing2 itu setiapa hari. Adik saya setuju.
Lama2 adik saya bosan dengan rutinitas itu. Akhirnya dia menyerah dan menyetujui kucing2 itu dibuang tapi dengan syarat dia tidak melihatnya. Mama dan ayah mencobanya berulang kali dan selalu gagal.kucing2 itu hanya nurut sama ”yang punya”.
Suatu hari ketika sedang membersihkan kotoran kucing di garasi, seorang tetangga menyapa mama ”bersih2 bu?” katanya
” iya nih, rumah saya jadi bau kucing”
”emang ada berapa kucingnya”
”ada empat, mau dibuang, tapi gak ada yang bisa nangkep. Kalo ada yang mau buangin saya upahin 50 rb.”
tidak berapa lama anak dari ibu tetangga yang tadi menyapa mama –Linda- datang bersama suaminya –Bahrul- dengan membawa karung.
”bule katanya mau buang kucing, sini Linda yang buangin”
”emang berani Lin?”
”berani, si-aa yang mau nangkep.”
Mama mengijinkan.
Si-cuplis tertangkap duluan dan langsung dimasukan ke dalam karung. Kemudian si-timi tapi kata mama “Timi gak usah deh Lin, dia gak nakal kok” memang diantara kucing2 itu hanya timi yang paling bersih pip dan pup pada tempatnya.
Garong yang sedang tidur dikolong meja ditarik kakinya sama Bahrul, namun langsung berontak. Terjadi kejar2an seru antara Bahrul, Linda dan Garong. Diserang oleh dua orang Garongpun tertangkap. Bahrul memegang lehernya, tapi bukan Garong namanya kalau tidak melawan. Ia membalikkan kepalanya dan “Crak...” Bahrul menjerit. Gigi2 Garuh telah menembus telunjuknya. Alhasill telunjuk bahrul berdarah. Kami semua panik. Mulai dari betadine, alkohol, revanol bekerja untuk menyembuhkan telunjuk bahrul yang somplak. Setelah pertolongan pertama selesai, mama memberikan uang 100rb agar bahrul kerumah sakit. Bahrul dan Lindapun berangkat kerumah sakit dengan menggunakan motor.
Gak berapa lama kemudian, seorang tetangga datang kerumah dan mengatakan bahwa bahrul pingsan ditengah jalan. Halaaah…mama panik donk.
Buru2 mama pergi ketempat kejadian dengan diantar kakak saya. Sesampainya disana ternyata bahrul sudah sadar dan sudah berada di Puskesmas.
Jadi begini ceritanya:
Hari itu Linda sedang pusing bukan main karena anak keduanya yang masih bayi sakit. Suaminya sedang tidak bekerja (biasanya jadi kuli bangunan). Mendengar mama mau buang kucing dengan iming2 upah 50rb, buru2 Linda membangunkan suaminya yang masih tidur. “bla bla bla bla…..lumayan 50rb buat berobat si fikri”. Dalam keadaan masih ngantuk bahrulpun bersiap melaksanakan tugas yang kelihatannya gampang itu. Tapi dasar apes, niat dapet uang untuk berobat anak eh malah telunjuk somplak digigit kucing!!!
Tapi yang juga apes adalah mama. Setelah menjemput bahrul yang katanya pingsan, mama jd terharu dengan cerita mereka, akhirnya mama merelakan uang 100rb yang tadi ia berikan. Dan membayar semua biaya pengobatan bahrul. Jadi kucing ga jd dibuang, malah keluar uang...
Kesimpulan:
Betapa berartinya uang 50rb untuk orang2 spt Linda dan Bahrul. Karenanya Qta harus bersyukur karena masih diberi nikmat lebih dari sekedar 50rb. Coba bayangin, buat biaya berobat anaknya bahrul harus rela kehilangan ujung telunjuknya... ckckckck...
Kata Adik saya :
”Ternyata bener ya, nama itu doa. Kayaknya gw salah ngasih nama tuh kucing!!!”
Diposkan oleh -d- di 9:07 PM 1 komentar
Friday, November 28, 2008
PERNIKAHAN
Beberapa waktu lalu, saya berbincang dengan tiga orang sahabat saya. Temanya tentang PERNIKAHAN. Diantara kami bertiga hanya saya yang sudah menikah, Jeng F sedang dalam persiapan menuju ke sana (Desember tahun ini ia akan menikah), Jeng S sedang merencanakan dalam waktu dekat ini, sedangkan Jeng R, ingin sekali menikah tapi sampai detik ini belum menemukan pasangan yang tepat.
Saya jadi teringat lebih dari tiga tahun lalu ketika memutuskan untuk menikah, masih lugu, belum bisa apa2, masih setengah yakin dengan calon suami yang sudah dipilih. Namun dorongan orang tua saat itu membuat saya maju terus sampai akhirnya kami menikah.
Perasaannya:
Menyesal??? Sebenarnya tidak boleh ada kata itu ketika kita telah membuat keputusan, tapi harus diakui, karena pernikahan ini saya tertinggal banyak hal dibanding teman2 saya, terlebih sejak menikah sampai sekarang saya memutuskan utuk menjadi ibu rumah tangga biasa. Tapi perasaan menyesal itu pada akhirnya hampir tidak pernah ada, apa lagi sejak kehadiran Dytara, putri kecil kami. Saya mencintai peran saya sebagai ibu, saya menyukai hidup saya sebagai istri yang hanya dirumah saja, dan tentunya saya bangga menjadi perempuan yang bisa membahagiakan keluarga.
Awalnya:
Neraka!!! Satu tahun pertama pernikahan kami adalah NERAKA. Walaupun masa pacaran lebih dari dua tahun, tapi itu benar2 gak menjamin saya mengenal suami saya seutuhnya. Banyak sifat yang baru muncul saat kami tinggal serumah, banyak hal yang membuat saya terkaget2 dan seperti menjalani hidup dengan orang asing.
Berantem??? Hampir tiap minggu. Masalah sepele aja bisa bikin kami spaneng. Tapi sejak awal komitmen kami, dilarang terucap kata ”cerai” jika kami berantem. Alhamdulillah sampai detik ini kata itu tidak pernah ada dalam kamus kami. Saya dan suami sepakat, jika memang salah satu diantara kami merasa tidak bahagia dengan pernikahan ini, makan itulah perpisahan yang sebenarnya.. Jadi untuk apa dipertahankan. So, Berantem itu emang bumbunya rumah tangga, kalo emang Qta gak suka bilang aja. Karena menurut saya ”Mana gue tahu apa yang elo mau, kalo elo gak bilang!!!”
Sekarang:
Saya masih terus belajar jadi istri dan ibu yang menyenangkan. Setidaknya rumah kami adalah surga buat kami. Pertengkaran sudah jarang terjadi, saya dan suami Insyaallah sudah bisa saling memahami. Kami tetap individu2 yang berbeda, karena perbedaan itulah yang membuat hidup kami berwarna. Ups sekarang kami sudah bertiga, tentunya dengan Dytara, cinta kami....
Diposkan oleh -d- di 1:05 PM 0 komentar
Friday, February 01, 2008
Thursday, December 20, 2007
Monday, December 03, 2007
Dytara, Cinta Kami...
.jpg)
Alhamdulillah telah lahir dengan sehat dan selamat putri pertama kami "DYTARA ADHWAA NOVEREAL" Pada hari kamis 22 November 2007, pk. 23.15 WIB dengan berat 3,9 Kg panjang 51 cm.
We really love her...
Desi Tamara & A. Rasyid Arif
Diposkan oleh -d- di 12:04 PM 0 komentar
Thursday, November 22, 2007
22 Nov 2007, Dytara-ku lahir....
08.00 WIB
Periksa dalem lagi… Anjrit gw paling sebel kalo harus periksa dalem, emang sih skrg bukan dokter laki2 itu yang meriksa tapi bidan jaga yang sama2 cw, tapi tetep aja gw gak rela ngangkangnya. Dan ternyata setelah induksi semaleman masih pembukaan 2…. Dokternya bilang rahim gw kuat dan keker, dia nyaranin untuk induksi ulang nanti sore. Arif lagi2 bilang SESAR… tapi dokter bilang kalo emang induksi ke-2 gagal so, sesar emang jalan yang harus dipilih. Diruangan atas ada ibu2 yang jg lagi induksi tapi belom ngerasa apa sama kayak gw… jgn2 obatnya yang salah…
09.00 WIB
Induksi dilepas…
09.00-12.00 WIB
Gw masih santai2, malah sempet jalan2 ke kamar depan yang semalem abis lahiran. Anak pertama jg, dan dia bilang jgn mau di sesar, lebih enak lahir normal, penyembuhannya lebih cepet. Dia aja yang harusnya sesar karena ketuban udah pecah dan bayinya sempet minum air ketuban tetap maxa untuk melahirkan normal walaupun bayinya akhirnya harus di vakum. So gw jadi semangat untuk bisa melahirkan normal.
14.00-17.00 WIB
Masih santay, malah sempet menyambut kedatangan febry dan lalang yang terheran2 karena gw masih mondar-mandir seenaknya. Si-FBR pikir gw udah tergolek tak berdaya di tempat tidur. Lumayan seru ngobrol sama Fbr dan lalang. Trus gw jg sempet2in tidur siang seperti yang biasa gw lakukan di rumah….
17.00-24.00 WIB
Periksa dalem lagi, ngangkang dengan setengah hati, udah pembukaan 3, alhamdulillah nambah satu... tapi blm mules jg tuh. Sodara2 gw sampe heran ngeliat gw yang udah pembukaan 3 blm ngerasa apa2. Padahan berdasarkan cerita mereka pembukaan 2 aja sakitnya udah minta ampun…
Jam 18.30-an induksi kedua dimulai, lima belas menit kemudian baru deh gw ngerasa ada yang aneh dengan perut gw. Mules2 gak jelas ya pengen pup, pengen pip jg, yang jls sih rasanya kayak vagina mo copot…
Arif setia disamping gw, gw jenggut rambutnya, gw pegang tangannya kuat2, gw gigit jempolnya… Tiap mules dateng Qta berdua ketawa trus narik nafas panjang bareng2 seperti yang sering Qta berdua latih di rumah, tiap mules dateng yang terucap adalah zikir “subhanallah, alhamdulillah, Allahuakbar…”
Periksa dalem lagi setengah jam kemudian, udah pembukaan 4…
Periksa dalem lagi, pembukaan 5…
Periksa dalem lagi, pembukaan 7…
Bidan nyuruh gw untuk pindah ke ruang bersalin, gw masih kuat jalan loh, malah gw sempet ke kamar mandi dulu buat pipis…
Gak berapa lama dr. Seno dateng, dia periksa dalem lagi “ini udah pembukaan 9 bu, ok Qta tunggu sebentar lagi ya bu sampe pembukaan 10” kata dia sambit nusuk selangkangan gw pake alat dan selangkangan gw kerasa basah, dia mecahin ketuban.
Lima menit kemudian periksa dalem lg, udah pembukaan 10….
“Ok saya tunggu sampe ibu ngerasa pengen pub, terus ngeden yang kuat ya bu. Mulutnya ditutup kalo ngeden, tarik nafas panjang, sambung lagi, begitu terus..”
Gak berapa lama gw ngerasa apa yang dr. Seno bilang… gw ngeden sekuat tenaga…..
Kok belom mau keluar jg ya, orang2 di sekeliling gw blg “itu udah keliatan kepalanya, terus….terus…terus…”
Arif ngomong “iya yang, rambut dede udah keliatan tuh….ayo yang terus yang terus…”
Tiba2 mulesnya berhenti, tapi gw ngerasa ada yg nyangkut di selangkangan gw. Duh mulesnya ilang nih…
“iya bu saya tunggu nih” kata dr. Seno, mulesnya dateng lagi… gw ngeden sekuat2anya…. Sekali, dua kali,…. Gw teriak “Vakum aja dokter…….!!!!” Hanya kata2 itu yang keluar dari mulut gw…
“Gak perlu di vakum, ini posisinya udah bagus kok” kata dokter
“Vakum aja dokter…” kata gw lagi sambil ngeden…
“kalo mo di vakum alatnya ada disamping saya, tapi gak perlu, ibu bisa….”
“Iya yang, jgn divakum ntar anak kita jadi bego…” samar2 gw denger suara arif.
Gw ngeden lagi…..UHhHHHHH….
Gw ngerasa apa yang nyangkut di selangkangan gw udah keluar… Alhamdulilllah… tapi kok bayinya gak nangis….
“dok kok anak saya gak nangis?” kata gw
“sebentar bu…” kata dokter
Gak berapa lama….Oe oe oe oe…. Suara tangis itu memecah keheningan malam…tepat jam 23.15 WIB Dytara lahir… Alhamdulillah.
“Anak kita putih, anak kita putih…” cuma itu komentar Arif…Dasar…..
Sebenernya gw pengen inisiasi ASI, tapi berhubung udah malem, dan gak kepikiran lagi jg, bayi gw langsung dibersihin sama bidan. Arif sibuk mengabadikan Dytara si baby ceprot dengan handycam, dokter mulai ngeluarin plasenta dari rahim gw. Plasenta pun keluar, lega rasanya….
PROSES JAHIT MENJAHIT
Dytara dibawa ke ruang bayi, nenek2 yang pada nemenin proses kelahiran Dytara pada kabur keruang bayi, Arif jg, gw ditinggal sama dokter dan bidan.
Trus dokter mencet2 perut gw, kerasa banget keluar darah… syur….syur…
“tolong panggil suaminya, kayaknya pendarahannya agak banyak” kata dokter ke bidan.
“banyak dokter tapi gpp kan dok? Kata gw
“gpp, tapi kalo gak bisa saya atasi terpaksa ibu saya rujuk”
hwaaaaa apa lageee neh…
Syur syur syur… gw ngerasa darah ngalir dari selangkangan gw…
Gak berapa lama arif dateng, dia meganging tangan gw, dokter ngasih penjelasan bla bla bla bla….
“Qta mulai ya bu…” dokter mulai menjahit, dia bilang jahitan mungkin agak banyak karena pantat gw digunting tadi pas Dytara lahir, tapi kok gak kerasa ya? Mungkin sakit melahirkan lebih dasyat daripada sakit pantat digunting. Dijahit dijahit, gw gak ngerasain apa2, Cuma ngerasa benang masuk dan keluar aja. Gw sama arif ngobrol tentang bayi Qta. Gimana keadaannya, cakep apa ngga… tiba2 tuh dokter nyeletuk… “saya ngantuk, ajak ngobrol donk…”
Namanya laki2 gak dimana2 tetep aja topik yang seru itu BOLA, Ngobrollah mereka tenatng bola, tentang Inggris yang gak lolos EURO, dll.
“Waduh salah, maaf ya bu, jahitannya kurang dalem. Di lepas lagi gpp kan???”
Rese jg nih dokter, dia kebablasan ngobrolnya, gw ngerasa tuh benang dibukain satu satu..
“Udah blm dok?” kata gw
“Sebentar lagi bu.”
“Udah blm dok”
“Sabar donk bu, jahitannya harus kuat biar seperti semula, ntar saya dimarahin suami ibu lagi..” weleh weleh Arif cengengesan aja…
Singkat cerita, proses jahit menjahit selesai, malam itu gw tidup gak nyenyak karena pantat gw ngilu…..
To be continue… (kalo sempet)
Diposkan oleh -d- di 12:23 PM 0 komentar
Wednesday, November 21, 2007
Rabu, 21 Nov 2007
Jadwal kontrol ke dokter, sore2 arif udah pulang. Dia udah sibuk nyiapin tas bersalin yang dari usia kandungan gw 7 bulan udah ditaro diruang tamu. Jadi Qta ke klinik udah lengkap dengan tas itu, karena dia pengen malem itu juga anak Qta lahir.
Dapet nomor urut 12, terasa lamaaaa banget nunggunya. Pas masuk, dokter langsung nawarin “Ibu mau saya periksa dalem???” ya mau gak mau harus mau lah… Duh, gw ngangkang dengan setengah hari, siapa jg yang rela daerah pribadinya diaduk2 cowok yang bukan suaminya, walaupun dia dokter. Beliau cuma komentar “wah udah ada pembukaan nih bu? Ibu udah mules2?” gw geleng2 karena swear gw blm ngerasa apa2.
Dokter nyaranin buat induksi, karena emang udah lewat dari 40 mgg. Kalo arif sih teuteup SESAR!!!! Tapi dokter yang baik hati itu bilang, sesar adalah jalan terakhir kalo emang proses kelahiran normal udah mentok. Secara posisi janin udah bagus, air ketuban juga masih banyak, plasenta gak menghalangi jalan lahir. Pokoknya salut deh buat dokter2 di klinik Anggrek mereka tuh dokter2 yang pro-kelahiran normal...
Kamipun akhirnya nurut, dokter bilang induksi sebaiknya dilakukan besok hari aja, supaya gw istirahat dulu tapi lagi2 arif kekeuh merekeuh “apa bedanya besok pagi sama sekarang, sama2 diinduksi juga” dengan muka manyun dia menurut apa kata dokter. Bidan jaga sampe bilang gini “istirahat dulu bu, lagian yang ngerasain kan Qta bukan dia!!!” hihihi…. Emang bener. Yang ngerasain sakitkan perempuan bukan laki2, enak aja mo nyuruh2 se-enaknya.
Pulang dari dokter kami sempet makan di RM Padang Sederhana, dan terpukau dengan bill yang harus kami bayar, masa nasi putih seupil dihargain 12 rb…
Sampe rumah, pas ganti baju dan underware gw kaget kok gw bleeding, gw langsung panggil Arif dan dia langsung panik “tuh aku bilang jg apa” Kamipun kembali ke klinik. Gw langsung di induksi dan diperiksa ternyata udah pembukaan 2. Malem itu kami nginep di klinik, sumpah gw tidur nyenyak gak ngerasa mules or sebagainya cuma ngerasa gak nyaman aja karena tangan kiri gw diinfus. Masih sempet jg denger samar2 suara bola di tipi, intinya Inggris gak lolos EURO 2008 karena kalah 2-1 dari… LUPA…Hihihihihi...CUPU….
Diposkan oleh -d- di 12:20 AM 0 komentar
Tuesday, November 20, 2007
Selasa, 20 Nov 2007
Ga mules, gak nge-flek… arif udah mulai ga sabar….
Diposkan oleh -d- di 10:18 PM 0 komentar
Monday, November 19, 2007
Senin, 19 Nov 2007
Nge-fleknya ilang, gw gak mules juga. Tetap beraktifitas seperti biasa, jalan pagi2, beberes rumah, nyuci, bobo siang. Seharian itu arif nelp mulu cuma nanya “dul, kamu ga mules2???” idih mules kok dipaxa, minumin broklak aja kalo mo mules…
Diposkan oleh -d- di 11:17 PM 0 komentar
Sunday, November 18, 2007
Minggu, 18 Nov 2007
Harusnya Dytara lahir hari ini, karena usia kandungan gw tepat 40 minggu, tapi ga tau kenapa dia blm mau keluar. Mulespun gak gw rasain, malah hari ini gw sempet dateng kondangan ke UKE (sepupu gw) & RENDRA (sepupu arif) yang dulu Qta jodohin. Senengnya akhirnya mereka jadi jg (bukan elo aja tu yang sukses jd matchmaker…).
Dikondangan arif sempet ngomong gini ke nyokap gw “mah pulang dari sini Qta langsung ke rumah sakit ya, desi mo di sesar aja!!!”
Nyokap gw cuma bilang sabar, dia paling ga setuju dengan ide sesar dari arif, mengingat gak ada kelainan dari kandungan gw.
Wacana sesar sbenernya udah diajukan arif sekitar 2 minggu sebelum tanggal 18 Nov. Masalahnya hampir semua temennya yang hamil bareng gw udah pada melahirkan. Mereka rata2 hamil 37-38 mgg. Jd dia agak2 parno bayinya knp2.
Pulang dari kondangan, gw ganti baju trus agak nge-flek sedikit. Arif seneng banget, dia pikir gw udah mo melahirkan, so gw disuruh tidur buat stamina kalo2 malemnya gw mules2 mo melahirkan….
Diposkan oleh -d- di 12:16 PM 0 komentar
Friday, July 13, 2007
Bergerak
Dia melompat2 dalam rahim saya
rasanya seperti ada gembung-gelembung sabun
dasyat banget.
Adalah sebuah keajaiban membayangkan dia tumbuh dalam perut saya.
Dede, cepet gede ya ma & pa sayang kamu....
Diposkan oleh -d- di 7:06 PM 0 komentar








.jpg)
.jpg)
.jpg)